MEMPERINGATI HARI KARTINI IWATA ADAKAN SEMILOKA BATIK DENGAN TEMA DARI IBU UNTUK NEGERI
Ikatan Wanita Untag Surabaya (IWATA) bekerjasama dengan BK3S Provinsi Jawa Timur, Himpunan Ratna Busana, Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ), AAI Pengda Jatim, Komunitas Cinta Batik Indonesia (KCBI) Surabaya dan PT. Pegadaian Persero cabang Syariah Blauran Seminar Semiloka Batik dengan tema Dari Ibu Untuk Negeri pada, Kamis (5/4) yang bertempat di Meeting Room Graha Wiyata UNTAG Surabaya. Dalam seminar tersebut juga dimeriahkan dengan bazaar yang mmenjual berbagai jenis batik dan aksesories.
Dalam seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu: Dr. Ir. Lintu Sulistyantoro M., Ds., (Fakultas Seni dan Desain UK. Petra), Nuniek Silalahi, M.Pd. (Himpunan Ratna Busana Jawa Timur), Ir. Firman Asyhari (Asosiasi Perajin Batik Jatim) dan sewminar tersebut dimoderatori oleh DR. Pinky Saptandari, W.MA.
Batik yang telah mendapatkan pengakuan oleh UNESCO sebagai warisan keluhuran budaya dan identitas bangsa Indonesia, keberadaannya menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya. Menurut Firman (pembuat batik teyeng) saat ditemui mengatakan bahwa respon masyarakat sangat bagus karena banyak yang penasaran tentang jenis Batik Teyeng. “Banyak juga yang khawatir karena bahan terbuat dari teyeng tetapi batik teyeng yang kami buat ini tidak menimbulkan penyakit karena sudah di rebus sama seperti batik tulis pada umumnya” terang Firman.
“Semiloka ini diadakan sebagai lanjutan dari program pelatihan batik dengan tujuan mengenalkan batik sebagai warisan budaya, tidak hanya mengenalkan saja tetapi membahas bagaimana mengembangkan usaha batik dan mendidik anak-anak terutama generasi muda untuk selalu mencintai produk produk dalam negeri”, ujar Nuniek Ketua Himpunan Ratna Busana Jawa Timur.
Nuniek juga menegaskan bahwa batik tidak hanya di pakai pada saat acara formal saja, dalam kegiatan apapun bias di pakai. “Saya dulu waktu kuliah selalu pakai batik, mengajar di UNTAG juga pakai batik, jangan dikira kalo pakai batik menyulitkan atau hanya kegiatan formal saja”, tegas Nuniek. Nuniek juga berpesan untuk kaum muda “mulailah menyukai batik, karena batik adalah identitas bangsa kita”, tutupnya. (Re)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar